Friday, May 13, 2005

Hari ini aku menangis

(untuk seorang teman yang pergi hari ini. ini bukan puisi)

Hari ini sebuah episode kecil dalam hidup berakhir sudah
Dan engkau pergi untuk arungi waktu dan dimensi yang berbeda
meneruskan kepakan sayap
mencari arti matahari
mencari makna sang gerhana
jelajahi langit tanpa batas

Dan aku berharap menjadi sebuah desir angin
yang mampu dorong sayap-sayapmu
mengangkatmu lebih tinggi
sebrangi samudra ke utara
atau kemana pun arah yang terbuka

lalu apakah kata yang bisa kuberi
untuk bekal engkau telusuri langkah besok pagi?
atau justru aku yang harus berharap?
mendapatkan segores jejak yang kau tinggalkan
untuk aku pelajari
untuk jaga hati ini
jaga jiwa
untukNya?

Hari ini sebuah episode kecil dalam hidup berakhir sudah
Dan engkau pergi untuk arungi waktu dan dimensi yang berbeda

Dan hari ini aku menangis
entah kenapa..

Monday, May 02, 2005

Lembaran

Ketika kaki mengayunkan langkah
bersama desir angin dan sejumput ilalang
ikuti aliran makna jauh ke dalam

Aku berada di puncak semesta
bersama gemintang dan dunia kecil jauh di bawah kaki
tiada gemerisik angin mengelus rumpun bambu
tiada gemericik air menitik di tepi danau
tiada desah nafas kudengar

Bersama selembar jiwa aku melangkah
di antara tipisnya beda
antara keikhlasan dan kebodohan
antara ketidakpedulian dan perenungan

Aku tiba di sudut ruang
tanpa pintu tanpa jendela
tanpa warna
hanya ada cahaya
hanya ada aku dan Dia